MENYOSONG PEMIMPIN KALSEL YANG AMANAH


Kalimatan selatan akan segera melakukan pemilihan seorang pemimpin baru.  
Dibenak saya dan sekaligus menjadi harapan saya pemimpin Kalsel ke depan mempunyai kriteria :

  1. Pemimpin yang tidak korup dan tidak mempunyai deal2 dengan pengusaha yang pada akhirnya hanya akan merugikan masyarakat dan memperkaya diri sendiri.
  2. Pemimpin yang menepati janji Kampanyenya pada saat terpilih.
  3. Pemimpin yang di harapkan dapat membawa kemajuan kepada masyarakat kalimantan selatan dari seluruh lapisan.  
  4. Pemimpin yang diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan kalimantan selatan.
  5. Pemimpin yang mau turun langsung ke masyarakat dengan menanggalkan pakaian kebesarannya dan mobil dinas serta pengawalan protokolernya untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri rakyatnya, apakah masih ada yang kelaparan, apakah masih ada yang sakit tapi tidak mempunyai biaya, apakah memiliki rumah yang layak. Bukan hanya sekedar mendengar laporan dari kepala atau pimpinan suatu intsansi.
  6. Pemimpin yang mempunyai pola pikir pembangunan yang berkelanjutan untuk masyarakat Kalsel.
  7. Pemimpin yang siap membenahi dan memberantas mafia pendidikan Kalsel yang carut- marut. Tidak hanya diprioritaskan di ibu kota propinsi tapi diseluruh kabupaten. Sehingga dalam melihat pendidikan kalsel tidak hanya dari sisi Hasil tapi dari sisi proses. Proses pendidikan yang benar akan menghasilkan sesuatu yang memumaskan sehingga SDM kalsel tidak akan kalah bersaing dengan SDM dari Daerah Sumatra jawa dan bali.
  8. Pemimpin yang siap mendengar dan memberikan yang terbaik atas aspirasi yang disampaikan secara langsung bukan pada saat acara-acara seremonial saja.
  9. Pemimpin yang bersedia meletakan jabatannya apabila masyarakat kalimantan selatan merasa di bawah kepemimpinannya tidak terjadi kemajuan yang signifikan terhadap kalimantan selatan.

Karena kami lelah dengan keadaan Kalimantan Selatan sampai dengan saat ini. Coba kita renungkan.
  1. Beberapa pemimpin kalsel membiarkan hasil tambang diangkut menggunakan jalan negara yang notabene mengakibatkan jalan propinsi rusak berat. Hampir lima tahun lebih kita merasakan jalan negara seperti kubangan kerbau.
  2. Pembangunan jalan, fasilitas umum dan perkantoran diserahkan kepada kontraktor nakal yang setelah masa pembangunan dan pemelihraannya selesai, selesai jugalah penggunaannya karena rusak.
  3. Banyaknya orang miskin yang tidak mempunyai biaya berobat ditolak oleh rumah sakit. Hal ini karena rumah sakit memerlukan Biaya untuk operasianalnya sedangkan PEMDA lambat mencairkan dana Jamkesda Maupun dana Jamkesmas.
  4. Mentarget kabupaten-kabupaten agar hasil UAN dapat sesuai harapan, sehingga kabupaten2 menggunakan berbagai cara untuk memenuhi terlepas itu legal ataupun ilegal.  Kenapa tidak membenahi lagi sistem pendidikan kita yang tradisional, mengukur kemampuan guru dalam menyampaikan pelajaran. Apakah para guru kita sudah benar mempunyai kualitas yang cukup untuk membangun SDM Kalsel.
  5. Pernahkah Pemimpin kita yang telah ada turun langsung Sidak ke masyarakat tanpa pengawalan protokoler menanyakan langsung kepada masyarakat, apa yang mereka butuhkan, apakah masih ada yang kelaparan dan sebagainya.
  6. Pernahkah Pemimpin kita yang telah ada turun langsung Sidak menilai pembangunan yang telah dia lakukan dari mata masyarakat kalsel langsung, tentang jalan yang baru 1 bulan selesai telah rusak, tentang bangunan yang baru 6 bulan retak.

Mari kita lihat para BACALON Gubernur Kalimantan selatan yang siap maju menjadi pemimpin. Apakah memiliki sifat2 diatas sebelum dia mencalonkan diri.  Semoga pemimpin kalsel ke depan sesuai dengan aspirasi kita

Mari kita satukan suara dengan menolak “Money Politik” untuk kemajuan Kalsel.

Comments

Popular Posts